Open Finance di Indonesia, Mastercard: Peran Penting Kolaborasi

Berita197 Dilihat

INFO BISNIS – Mastercard menyadari pentingnya open finance di Indonesia, baik saat ini maupun di masa depan. Open finance memberdayakan bisnis dan konsumen dengan menempatkan mereka sebagai pusat dari data keuangan mereka, memberikan mereka kontrol dan akses yang lebih besar terhadap layanan yang mereka inginkan.

“Pendekatan ini sejalan dengan visi Mastercard untuk memungkinkan transaksi keuangan yang aman dan nyaman bagi semua orang,” kata Navin Jain, President Director, PT Mastercard Indonesia, melalui wawancara tertulis kepada Tempo.

Navin menuturkan, saat ini Indonesia aktif mengimplementasikan open banking. Setelah tonggak sejarah ini tercapai, fokus akan beralih ke arah open finance. Transisi ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara bank dan perusahaan fintech tidak hanya terbatas pada sistem pembayaran, tetapi juga mencakup berbagai entitas seperti perusahaan asuransi dan pembiayaan. Dengan mendorong keterbukaan data di antara entitas-entitas ini, memungkinkan untuk memberikan layanan, produk, dan pengalaman pengguna secara lebih efektif dan efisien.

Open banking memiliki potensi besar untuk mendorong persaingan, mendorong inovasi, dan memperluas inklusi keuangan. Dengan mengadopsi prinsip-prinsip open banking, lembaga keuangan dapat meningkatkan penawaran layanan mereka, menyederhanakan proses, dan memberikan pengalaman yang dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia yang terus berkembang.

“Mastercard Data & Services berperan penting dalam transformasi ini dengan membantu bank-bank dalam mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang serta tren open banking,” kata Navin. Dengan keahlian dalam bidang analisis data dan wawasan pasar, Mastercard mendukung bank-bank dalam mengembangkan dan menghadirkan solusi-solusi baru di pasar, memberdayakan mereka untuk memanfaatkan potensi open banking guna meningkatkan penawaran mereka dan tetap kompetitif.

Navin menyadari, meskipun open finance dapat mempercepat inklusi digital dan keuangan di Indonesia, kolaborasi antara sektor swasta dan publik berperan penting dalam perjalanan ini. “Mastercard secara aktif terlibat dalam mendukung inisiatif-inisiatif yang mendorong inklusi keuangan melalui kemitraan dengan bank-bank lokal, perusahaan-perusahaan fintech, dan lembaga-lembaga pemerintah.”

Kolaborasi ini, lanjut dia, berfokus pada pengembangan solusi pembayaran yang inovatif, mendorong literasi digital dan keuangan, serta bekerja sama pada proyek-proyek yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan inklusi keuangan di Indonesia. “Salah satu contoh penting dari kemitraan ini adalah kerja sama strategis antara Mastercard dan Ayoconnect di bidang open banking untuk bersama-sama menciptakan solusi open finance di Indonesia,” tutur Navin. Melalui kolaborasi ini, lanjut dia, dapat meningkatkan pengambilan keputusan kredit dan mendorong inklusi keuangan.

Baca Juga  Usai Kecelakaan Tunggal dan Tak Hadir di Persidangan, Lady Nayoan Akhirnya Muncul

Kolaborasi ini diakui Navin juga akan menggabungkan keahlian Mastercard di bidang Open Banking dan Data & Services, serta memanfaatkan jaringan hubungan Ayoconnect yang telah mapan dengan lembaga-lembaga keuangan dan wawasan penting yang diperoleh dari data ekosistem pembayaran yang dimilikinya.

“Dengan adanya open finance, masyarakat yang tidak memiliki rekening bank di Indonesia akan mendapatkan akses terhadap beragam produk keuangan, karena hal ini akan mendorong pengembangan solusi alternatif dan inovatif yang mudah diakses oleh konsumen,” ujar dia.

Namun, Navin juga mengingatkan untuk memastikan keamanan dan privasi data dalam ekosistem open finance di Indonesia. Hal ini dikarenakan, open finance mengizinkan konsumen untuk berbagi data mereka dengan pengembang pihak ketiga dan fintech. “Keamanan data adalah hal yang sangat penting dan tidak boleh diabaikan. Perusahaan harus memperoleh kepercayaan konsumen dengan menghormati izin, menangani data secara bertanggung jawab, dan menggunakannya hanya untuk tujuan yang telah disepakati.”

Dengan open finance, lanjut Navin, memiliki potensi besar dalam mendorong inovasi di industri ini dengan adanya layanan keuangan baru. Layanan seperti kemampuan untuk melihat seluruh tabungan di berbagai bank dalam satu dasbor atau mengelola pengeluaran rumah tangga dan anggaran dalam satu aplikasi dapat mengubah fundamental batasan-batasan dalam hubungan perbankan. “Namun, penting untuk mempraktikkan penggunaan data secara bertanggung jawab bagi semua pihak yang terlibat agar dapat sepenuhnya memanfaatkan manfaat dari teknologi ini,” ucapnya.

Open finance, tutur dia, memiliki perbedaan signifikan dari inovasi sebelumnya karena menekankan transparansi, keterbukaan, dan persetujuan dari konsumen. Kepercayaan memegang peranan yang sangat penting dalam industri perbankan dan pembayaran digital.

Data harus diperlakukan dengan kehati-hatian dan dianggap seperti aset berharga lainnya. Untuk memberikan manfaat nyata bagi konsumen dan bisnis, inovator keuangan harus memastikan bahwa konsumen secara eksplisit memberikan persetujuan untuk membagikan data mereka dan memiliki kendali penuh atas bagaimana data tersebut digunakan.

Menerapkan prinsip-prinsip yang kokoh untuk memastikan penggunaan dan pembagian data konsumen secara etis sangat penting bagi masa depan sistem keuangan. Prinsip-prinsip ini harus menjadi panduan yang kuat yang terintegrasi dalam setiap aspek dari seluruh proses dan solusi teknologi yang diadopsi oleh perusahaan yang berkeinginan menciptakan layanan inovatif baru yang dimungkinkan oleh open banking.

“Di Mastercard, kami memprioritaskan perlindungan data sebagai nilai utama. Kami menyadari bahwa data konsumen bersifat pribadi, dan tujuan kami adalah memastikan bahwa konsumen mendapatkan manfaat dari data mereka sendiri. Mastercard juga percaya bahwa konsumen memiliki kepemilikan dan kendali atas data mereka.

Baca Juga  tiket pesawat murah di Kupang terbukti

Mastercard, lanjut dia, juga memiliki langkah-langkah keamanan siber yang kuat untuk melindungi data tersebut. “Dalam kemampuan open banking kami, kami memberikan data keuangan dengan persetujuan eksplisit dari konsumen, yang dibutuhkan untuk inovasi, dengan keyakinan bahwa data tersebut akan digunakan sesuai dengan peraturan setempat. Kami melakukannya dengan cara yang diharapkan oleh konsumen kami, yaitu dengan aman, terjamin, dan akurat.”

Dalam lingkungan persaingan yang semakin ketat untuk mengadopsi open banking, perusahaan yang menempatkan transparansi dan privasi data konsumen sebagai prioritas akan meraih keberhasilan. Konsumen semakin sadar akan hak-hak mereka terhadap data dan lebih cenderung memilih perusahaan yang beroperasi secara transparan. Oleh karena itu, perusahaan tidak hanya perlu mendapatkan persetujuan dari konsumen, tetapi juga memberdayakan mereka untuk mengakses, merevisi, dan menghapus informasi pribadi mereka.

Navin Jain juga memastikan keamanan siber yang tangguh adalah hal yang sangat krusial dalam membangun kepercayaan. Perusahaan harus memiliki lapisan perlindungan yang kuat, secara teratur memperbarui sistem, dan mengutamakan transaksi yang aman.

“Di Mastercard, kami menghadirkan token dan mengenkripsi transaksi untuk mengamankan informasi, kami juga menerapkan teknologi biometrik dan analisis berbasis AI untuk autentikasi, serta terus memonitor perilaku pembelanjaan guna mencegah penipuan dan meningkatkan pengalaman konsumen,” ujar dia.

“Kerahasiaan dan perlindungan data sangat penting bagi kami di Mastercard karena kepercayaan merupakan fondasi bisnis kami. Kami berkomitmen untuk mempertahankan sistem, proses, dan kebijakan yang kuat untuk melindungi data konsumen di lingkungan kami yang aman,” kata Navin. (*)



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *