5 Fakta Kenaikan UMP 2024 Bikin Buruh Kecewa : Okezone Economy

Uncategorized83 Dilihat

JAKARTA – Pemerintah telah menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2024. Namun, hal ini membuat kecewa para buruh sebab tidak sesuai dengan usulan yang diberikan.

UMP sendiri merupakan standar upah minimum pekerja yang berlaku pada lingkup suatu provinsi. UMP yang ditentukan berdasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 51 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Kepastian kenaikan upah minimum diperoleh melalui penerapan Formula Upah Minimum dalam PP Nomor 51 Tahun 2023 mencakup 3 variabel yaitu Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Indeks Tertentu (disimbolkan dalam bentuk α).

Okezone telah merangkum lima fakta kenaikan UMP 2024 mengecewakan, berikut daftar lengkapnya, Sabtu (25/11/2023):

1. Respons Partai Buruh

Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengungkapkan, bahwa pihaknya menolak kenaikan UMP DKI Jakarta yang telah ditetapkan sebesar 3,6% dengan upah menjadi Rp5.067.381.

“Menyikapi kenaikan UMP DKI Tahun 2024 sebesar 3,6% atau setara dengan Rp165.583, maka Partai Buruh menolak kenaikan UMP DKI menggunakan PP Nomor 51 Tahun 2023 tentang Pengupahan,” jelas Said Iqbal.

Lanjutnya, para buruh meminta kenaikan UMP sebesar 15% dengan upah menjadi Rp5,63 juta.

2. Respons Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia

Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia mengaku kecewa terhadap keputusan Pj Gubernur DKI Jakarta. Pasalnya Pemprov DKI hanya menaikkan Upah Minimum Pekerja (UMP) 2024 sebesar 3,6%.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia Mirah Sumirat, bahwa pihaknya kecewa karena keputusan tersebut jauh dari usulan yang diberikan sebesar 15%.

“Kami kecewa terhadap keputusan Pj Gubernur karena angkanya hanya segitu. Tentu, ini jauh dari usulan buruh yang 15% itu. Artinya, di sini ada ketidakberpihakan dan ketidakmauan pemerintah merespons suara rakyat,” ungkap Mirah.

Baca Juga  Kenapa Warga Suku Dayak Harus Bertato? : Okezone Travel


Follow Berita Okezone di Google News


Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya


3. Respons Pengamat Ekonomi

Direktur CELIOS Bhima Yudhistira menilai, kenaikan UMP ini bisa mengancam pertumbuhan ekonomi tahun depan.

“UMP 2024 dengan kenaikan yang terlalu rendah bisa mengancam pertumbuhan ekonomi tahun depan. Sulit ya bisa tumbuh 5% tahun depan dengan stimulus upah yang terlalu rendah,” ungkap Bhima.

Kenaikan UMP rata-rata nasional menurutnya masih terlalu kecil, idealnya di atas 10% melihat tekanan inflasi pangan yang cukup berisiko menggerus daya beli. Inflasi bahan pangan masih tinggi dan diperkirakan tahun depan inflasi pangan yang tinggi berlanjut.

4. Alasan Buruh Tolak UMP 2024 Cuma Naik Rp165 Ribu

Presiden Partai Buruh Said Iqbal menilai, bahwa kenaikan UMP untuk buruh yakni 3,6% lebih rendah dibanding kenaikan upah para PNS, TNI/Polri sebesar 8%. Tambahnya, dia menjelaskan jika upah PNS, TNI/Polri naik, maka upah buruh swasta diharuskan lebih karena memiliki tanggung jawab membayar pajak.

Terlebih lagi, saat ini harga beras naik menjadi 30%, lalu telur naik 30%, transportasi naik 30% dan sewa rumah naik 50%. Maka, jika hanya naik menjadi 3,6% untuk upahnya tidaklah cukup menutupi kebutuhan tersebut.

5. Buruh Akan Lakukan Aksi Mogok Kerja

Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengungkapkan, bahwa mogok nasional menjadi pilihan buruh. Aksi ini akan dilakukan di antara 30 November hingga 13 Desember 2023. Ada pun 5 juta buruh di 100 ribu perusahaan melakukan mogok kerja.

Baca Juga  Mudik Lebaran 2024, Daihatsu Siapkan 71 Bengkel dan 8 Pos Siaga : Okezone Otomotif

“Aksi mogok nasional ini menggunakan dasar hukum yang jelas. Yakni Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum. Dan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang serikat buruh, yang di dalam Pasal 4, salah satu fungsi serikat adalah mengorganisir pemogokan,” tegasnya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *