5 Jenderal Bintang 5 di Dunia, Siapa Saja? : Okezone Nasional

Uncategorized136 Dilihat

HANYA ada segelintir jenderal yang menyandang bintang 5 di dunia. Diketahui, bintang 5 merupakan pangkat militer senior yang dibuat pertama kali oleh Amerika Serikat pada 1944.

Berikut 5 jenderal bintang 5 di seluruh dunia, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (5/10/2023) :

1. Soedirman

 

Jenderal Besar TNI (Anumerta) Raden Soedirman atau yang biasa disebut Jenderal Soedirman merupakan salah satu tokoh besar Tanah Air. Dilansir dari situs resmi Pusat Sejarah TNI, Soedirman dianugerahi Pangkat Kehormatan Jenderal Besar TNI pada 30 September 1997.

Penganugerahan Pangkat Jenderal Berbintang Lima ini adalah sebuah peristiwa yang sangat istimewa karena hanya diberikan kepada prajurit yang sangat berjasa kepada bangsa dan negara.

Diketahui, Soedirman dilantik menjadi Panglima Besar TKR (Tentara Keamanan Rakyat) dengan pangkat Jenderal oleh presiden Soekarno pada 18 Desember 1945. TKR kemudian berganti nama menjadi TRI (Tentara Republik Indonesia) pada 24 Januari 1946.

Kisah dari Pak Dirman yang paling terkenal adalah keputusannya untuk melakukan gerilya selama 7 bulan demi mempertahankan kemerdaan Indonesia. Saat itu, Pak Dirman berada dalam kondisi sakit dan harus ditandu anak buahnya. Perang gerilya yang dilancarkan TNI dengan rakyat itu akhirnya berhasil juga memukul Belanda.

Setelah gerilya tersebut, kesehatannya menurun. Ia beberapa kali jatuh pingsan dan wafat pada 29 Januari 1950.

2. AH Nasution

Abdul Haris Nasution lahir di Tapanuli Selatan pada 3 Desember 1918. Ia mulai tertarik pada bidang miiliter dan mengikuti pendidikan Corps Opleiding Reserve Officieren (CORO) atau KNIL di Bandung pada 1940-1942.

Di tubuh TNI AD, Nasution terkenal sebagai seorang pemikir dan konseptor ulung. Menurut Pusat Sejarah TNI, Nasution memiliki beberapa gagasan dalam rangka pembangunan TNI. Diantaranya adalah konseptor perang gerilya, konseptor operasi penumpasan PKI Madiun 1948, memimpin MBKD (Markas Besar Komando Djawa) pada masa agresi militer II Belanda, pemerkasa politik “Kembali ke UUD 1945”, dan perumus Konsepsi Jalan Tengah.

Baca Juga  Caren Delano Bersyukur, Sopir Pribadi yang Bawa Kabur Mobilnya Telah Diamankan Polisi : Okezone Celebrity

Nasution juga berperan dalam pembebasan Irian Barat dengan menasionalisasikan perusahaan-perusahaan Belanda sebagai langkah awalnya. Kemudian, Nasution turut menghadapi ofensif PKI dengan menolak beberapa gagasan yang diajukan PKI di berbagai bidang. Di antaranya bidang pers, budaya teritorial dan militer.

Karena kemampuannya yang luar biasa itulah, Nasution mendapat penghargaan dari beberapa universitas. Gelar Doktor diterimanya dari Universitas Padjadajaran dan Universitas Islam Sumatera Utara. Sementara itu, gelar Doktor Causa dalam bidang Politik Ketatanegaraan didapatnya dari Filipina.

Penganugerahan pangkat Jenderal Besar TNI diterimanya pada 30 September 1997 dan tertuang dalam Keppres No.46/ABRI/1997. Ia wafat 3 tahun setelahnya, yakni pada 6 September 2000 karena sakit.



Follow Berita Okezone di Google News


3. Soeharto

Jenderal Besar selanjutnya asal Indonesia adalah Soeharto. Lahir pada 8 Juni 1921 di Bantul, Yogyakarta, Soeharto wafat di Jakarta, 27 Januari 2008 pada usia 86 tahun. Soeharto menjabat sebagai presiden ke-2 RI dari tahun 1967 sampai 1998.

Menurut biografi yang dipublikasi oleh laman resmi Puspen Mabes TNI, Soeharto terkenal dengan sebutan “the Smiling General” atau “Sang Jenderal yang Tersenyum” karena raut wajahnya yang selalu tersenyum di depan khalayak ramai dan awak media, dalam setiap kesempatan atau acara resmi kenegaraan.

Sebelum menjadi presiden, Soeharto memimpin militer pada masa pendudukan Jepang dan Belanda. Pangkat terakhir yang ia sandang adalah Mayor Jenderal.

Pada 1 Maret 1949, ia ikut serta dalam serangan umum dan berhasil menduduki kota Yogyakarta selama 6 jam. Di usianya yang ke-41, ia dinaikkan pangkat menjadi Mayor Jenderal dan menjadi Panglima Komando Mandala Pembebasan Irian Barat, merangkap juga sebagai Deputi Wilayah Indonesia Timur di Makassar.

Baca Juga  7 Tips Traveling Bugar saat Berpuasa, Dijamin Full Senyum Bebas Dehidrasi : Okezone Travel

Lanjutnya, pada 1962 Soeharto diangkat menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat atau Kostrad hingga 1965.

4. Omar Nelson Bradley

 

Bradley sempat menduduki jabatan sebagai Panglima Angkatan Bersenjata AS pada 1949. Sebelumnya, ia merupakan Kepala Staf Angkatan Darat AS pada 1948. Dalam perang dunia II dan perang Korea, Bradley merupakan perwira tertinggi yang juga ikut bertempur.

Pada 1950, ia menerima pangkat jenderal bintang 5 dan menduduki posisi sebagai Komite NATTO. Bradley lahir di Missouri, 12 Februari 1893 dan wafat di New York, 8 April 1981 dala usianya yang ke-88.

5. Dwight David Eisenhower

Jenderal satu ini pernah menjadi Kepala Staf Angkatan Darat AS pada 19 November 1945 sampai 6 Februari 1948. Pria yang juga presiden Amerika Serikat ke-34 ini lahir di Texas, 14 Oktober 1880 dan meninggal di Washington D.C pada 28 Maret 1969.

Dikutip dari berbagai sumber, Eisenhower menyerukan kebijakan moderat yang membuat AS menjadi negara terkuat, terproduktif dan paling berpengaruh di dunia. Ia juga pernah menjadi komandan tertinggi pasukan sekutu di Eropa Barat selama perang dunia II.

Pada Juli 1942, Eisenhower menjadi panglima tertinggi Angkatan Bersenjata dan memimpin beberapa misi seperti Operasi Obor, invasi sekutu ke Afrika Utara pada November 1942 dan berhasil mengakhirinya pada Mei 1943.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *