Cerita LB Moerdani yang Pernah Disemprot Marinir saat Salah Parkir : Okezone Nasional

Uncategorized45 Dilihat

JAKARTA – Beginilah kisah unik LB Moerdani, Si Raja Intel yang kena semprot prajurit Marinir karena salah parkir kendaraan namun justru patuh.

Dilansir dari berbagai sumber, Kamis (30/11/2023), sosok LB Moerdani atau yang kerap disapa Benny Moerdani bukanlah orang sembarangan di dunia militer Indonesia.

Ia merupakan perwira intelijen di era Orde Baru. Tidak hanya itu saja, Benny juga menjabat sebagai Panglima ABRI pada periode 1983-1988.

Namun, LB Moerdani yang dijuluki si raja intel tidak marah saat disemprot oleh prajurit Marinir yang pangkatnya berada jauh di bawahnya.

Kejadian ini diceritakan dalam buku biografi berjudul “Benny Moerdani: Profil Prajurit Negarawan” yang ditulis oleh Julius Pour, Benny yang pada saat itu memangku sejumlah jabatan penting di biro intelijen pergi ke Markas Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) untuk berjumpa dengan Laksamana Soedomo.

Pria berpangkat mayor jenderal tersebut menyetir mobilnya sendiri tanpa menggunakan seragam dinas ke kantor yang berlokasi di kawasan Medan Merdeka Barat.

Ia pun memarkir mobilnya di lokasi dekat pintu masuk. Dimana tempat tersebut merupakan parkiran khusus perwira tinggi militer. Namun, siapa sangka tiba-tiba seorang prajurit Marinir yang bertugas menjaga kantor Kopkamtib mendatanginya.

Prajurit tersebut datang seraya melontarkan bentakan karena Benny dianggap salah parkir mobil. Mendengar bentakan tersebut, Benny tidak menunjukkan emosi marah sama sekali.





Follow Berita Okezone di Google News


Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

Baca Juga  Rute Transjakarta Rute Pondok Cabe-Lebak Bulus Tertunda, Begini Penjelasan Dishub : Okezone Megapolitan

Dirinya justru mengikuti arahan prajurit tersebut untuk memindahkan kendaraannya ke tempat parkir yang lain. Bahkan tanpa bantahan.

“Mungkin memang saya salah sendiri, waktu itu pakai pakaian preman,” ujar jenderal yang pernah menjadi kesayangan Soeharto tersebut.

Padahal, jika mau, Benny Moerdani bisa saja memberi hukuman bagi prajurit Marinir yang membentaknya. Bukan tanpa sebab, berdasarkan tulisan Jurnalis Australia, David Jenkins, Benny memang berwenang menggunakan aturan Kopkamtib untuk menahan orang selama 48 jam atau lebih.

Sedangkan sebagai Kapusintelstrat, Benny bisa mengontrol pasukan Kopassandha sebanyak 5.000 tentara komando ‘Garda Pretorian’ Hankam.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *