Cerita Siswi SMA di Lampung Alami Perundungan hingga Disuruh Buka Baju : Okezone News

Uncategorized81 Dilihat

BANDARLAMPUNG – Siswi SMA di wilayah Bandarlampung dipaksa melakukan gerakan asusila sembari direkam oleh teman sekelasnya mengalami depresi. Akibatnya, siswi berinisial MA itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit Jiwa.

Saat ditemui di kediaman pamannya di Kecamatan Kedaton, Bandarlampung, MA mengatakan peristiwa dugaan perundungan itu telah dialaminya sejak bulan Juli 2023 lalu. MA menuturkan, dia diminta direkam dengan memperagakan adegan asusila oleh teman-temannya atas perintah seorang siswi yang menjabat sebagai ketua kelas.




“Iya mereka ini ada sekitar lima orang yang sering ngerjain saya. Ada satu perintah dari ketua kelas,” ujar MA, Senin (4/12/2023).

Tak hanya direkam dengan gerakan asusila, MA juga mengaku menerima beberapa perundungan dari Juli hingga November 2023.

“Saya itu dibawa ke kamar mandi, kemudian dipaksa untuk buka baju terus direkam. Saya juga direkam di dalam kelas di depan teman-teman yang lain, disana saya disuruh mendesah lalu disuruh meraba-raba area dada sambil mereka rekam. Itu mereka semua menertawakan saya,” tutur MA.

Selain itu, kata MA, para pelaku ini juga kerap meminta uang sakunya.

“Iya uang saku juga dimintain. Jadinya ya gak jajan, karena diminta semuanya,” kata dia.

Disinggung alasan tidak melaporkan peristiwa tersebut sejak lama. MA mengatakan, dia takut jika video tersebut akan disebar.

“Iya takut, mau disebarkan,” tuturnya.


Follow Berita Okezone di Google News


MA juga menyampaikan peristiwa terakhir yang dialaminya juga turut disaksikan oleh salah satu guru.

“Ada, ada ibu guru juga di dalam kelas itu waktu saya direkam,” ucapnya.

Sementara itu, Citra Pradipta selalu kakak kandung korban berharap pihak kepolisian dapat memberikan hukuman yang setimpal atas perlakuan yang diterima oleh adiknya MA.

Baca Juga  Keseruan Angela Tanoesoedibjo Syuting Bedah Rumah, Ikut Bantu Tukang hingga Memasak : Okezone News

“Kami keluarga ini cuma berharap kasus ini bisa memberikan hukuman yang setimpal untuk para pelakunya. Adik kami ini sudah benar-benar terganggu mentalnya. Kalau malam tiba-tiba jerit-jerit nangis, ketakutan,” ungkapnya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *