Mengenal Sejarah Gereja Santa Maria de Fatima, Cagar Budaya sejak Abad 19 : Okezone Edukasi

Uncategorized66 Dilihat

JAKARTA – Menyambut Natal, ada baiknya kamu mengenal sejarah berdirinya tempat ibadah gereja. Salah satunya gereja Santa Maria de Fatima yang kaya nilai sejarah.

Gereja ini merupakan sebuah bangunan gereja yang terletak di kawasan Glodok yang pada zaman dahulu juga dikenal sebagai kawasan pecinan. Berbeda dengan bangunan gereja pada umumnya, Gereja Santa de Fatima memiliki bangunan yang unik, dengan perpaduan khas budaya Tionghoa yang cukup kental. Dimana arsitekturnya cenderung mirip dengan klenteng. Bagaimana sejarahnya?

 BACA JUGA:

Asal Usul Gereja

 

Nama gereja Santa Maria de Fatima diambil dari sebuah cerita tentang penampakan Bunda Maria kepada tiga anak gembala di Fatima, Portugal. Cerita itu tergambar dalam relief Gua Maria yang terletak di sisi kanan gereja.

Gereja Santa de Fatima, adalah gereja Katolik yang masih mempertahankan gaya bangunan khas Fukien atau Tiongkok Selatan. Ornamen dengan perpaduan warna merah, kuning, dan emas mendominasi bangunan. Lengkap dengan dua buah patung singa atau patung kilin yang diletakkan pada bagian bangunan utama, yang melambangkan kemegahan.

Bentuk ornamen Tionghoa pada gereja Santa Maria de Fatima didominasi oleh garis-garis yang melengkung. Garis- garis melengkung tersebut menimbulkan kesan dinamis dan tidak terlihat kaku.

Pada bagian atap, tertera banyak tulisan dalam bahasa mandarin yang memohon kebaikan dan keberuntungan. Salah satunya, adalah tulisan yang terdapat pada atap bagian depan gereja Santa Maria de Fatima, yang bertuliskan Li Fu yang berarti keberuntungan dan Xiang Tang, yang tidak menunjukkan arti apapun. Bagunan gereja dibangun pada abad ke-19 dan ditetapkan sebagai cagar budaya pada tahun 1972.


Follow Berita Okezone di Google News

Baca Juga  Kisah Gajah Mada Membunuh Kebo Iwa untuk Hancurkan Kerajaan Bali : Okezone Nasional


Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

Tujuan awal dibangunnya Gereja Santa Maria adalah, saat adanya tugas pelayanan dan pewartaan dari Vikaris Apostolik Jakarta, Mgr. Adrianus Djajasapoetra SJ kepada Pater Wilhelmus Krause Van Eeden SJ. Selain digunakan sebagai tempat ibadah, bangunan ini juga dijadikan sekolah, sekaligus asrama bagi orang-orang Hoakiau (Cina Perantau) yang berada di sekitar Glodok.

 BACA JUGA:

Pada tahun 1953, di belilah sebidang tanah dengan luas 1 hektar untuk dijadikan kompleks gereja dan sekolah dari seorang kapitan (lurah yang berkuasa di daerah pecinan, masa itu) bermarga Tjioe, pada tahun 1954 tanah dan bangunan itu resmi menjadi milik gereja. Pada tahun 1955, bangunan ini resmi dijadikan sebagai gereja Katolik.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *