Pemimpin Houthi Tegaskan Akan Tingkatkan Serangan di Laut Merah, Gunakan Senjata Kapal Selam Baru : Okezone News

Uncategorized30 Dilihat

DUBAI – Kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal kargo milik Inggris dan serangan drone terhadap kapal perusak Amerika Serikat (AS) pada Kamis (22/2/2024). Mereka menargetkan kota pelabuhan dan resor Eilat Israel dengan rudal balistik dan drone.

Pernyataan perwakilan Houthi di situs media sosial X muncul tak lama setelah pemimpin kelompok tersebut mengatakan pihaknya meningkatkan serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah dan perairan lainnya. Termasuk menggunakan senjata kapal selam baru untuk meniru operasi militer Israel di Jalur Gaza.

“Operasi di Laut Merah dan Laut Arab, Selat Bab al-Mandab, dan Teluk Aden terus berlanjut, meningkat, dan efektif,” terang Abdul Malik al-Houthi dalam pidatonya yang disiarkan televisi. Dia tidak memberikan rincian tentang senjata kapal selam tersebut.

Kelompok Houthi pada Kamis (22/2/2024) mengirimkan pemberitahuan resmi kepada pengirim barang dan perusahaan asuransi tentang apa yang mereka sebut sebagai larangan terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel, AS dan Inggris untuk berlayar di laut sekitarnya, dalam upaya untuk memperkuat kampanye militer mereka.

Komunikasi Houthi, yang pertama kepada industri pelayaran yang menguraikan larangan tersebut, datang dalam bentuk dua pemberitahuan dari Pusat Koordinasi Operasi Kemanusiaan yang baru disebut Houthi yang dikirim ke perusahaan asuransi dan perusahaan pelayaran. Tujuannya adalah untuk memaksa perusahaan pelayaran berkolaborasi dengan Houthi untuk menjamin keamanan kapal mereka.

Pemberitahuan itu juga menyatakan kapal milik individu atau entitas di Israel, AS, dan Inggris, atau berlayar di bawah bendera mereka, dilarang berlayar di Laut Merah, Teluk Aden, dan Laut Arab.





Follow Berita Okezone di Google News

Baca Juga  Bazar Minyak Goreng Murah Perindo Diserbu Warga Bandung Barat : Okezone News


Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

“Pusat Operasi Kemanusiaan didirikan di Sanaa untuk mengkoordinasikan perjalanan kapal dan kapal yang tidak ada hubungannya dengan Israel dengan aman dan damai,” kata seorang pejabat senior Houthi kepada Reuters, Kamis (22/2/2024).

Seperti diketahui, militan Houthi telah melancarkan serangan drone dan rudal berulang kali di Laut Merah, Selat Bab al-Mandab dan Teluk Aden sejak November untuk mendukung warga Palestina, ketika perang Israel-Hamas berlanjut dan jumlah korban tewas di Gaza mencapai hampir 30.000 orang.

Serangan yang dilakukan kelompok ini mengganggu jalur perdagangan penting di Terusan Suez yang menyumbang sekitar 12% lalu lintas maritim global, dan memaksa perusahaan mengambil rute yang lebih panjang dan lebih mahal di sekitar Afrika.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *