Polisi Identifikasi Pasangan yang Tewas dalam Ledakan Mobil di Perbatasan AS-Kanada : Okezone News

Uncategorized82 Dilihat

KANADA Polisi telah mengidentifikasi korban ledakan mobil mematikan di perbatasan antara Amerika Serikat (AS) dan Kanada.

Kurt Villani dan istrinya Monica Villani, keduanya berusia 53 tahun, meninggal ketika mobil mereka ‘terbang mengudara’ dan jatuh di Jembatan Pelangi di Air Terjun Niagara.




Mereka tinggal 10 mil (16km) selatan lokasi kecelakaan di Grand Island, New York, Amerika Serikat (AS).

Seorang agen perbatasan AS juga terluka dalam insiden pada Rabu (22/11/2023), yang memicu tanggap darurat besar-besaran dan penutupan empat penyeberangan perbatasan.

Ketakutan akan keamanan terjadi pada malam Thanksgiving di Amerika, salah satu hari perjalanan tersibuk tahun ini.

Gubernur New York Kathy Hochul kemudian mengesampingkan terorisme.

Keluarga pasangan itu memiliki jaringan toko perangkat keras dan kayu di Negara Bagian New York.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis kepada CBC, keluarga tersebut mengatakan mereka berterima kasih atas “doa, belasungkawa dan harapan baik” yang mereka terima.

Masih belum jelas apa yang menyebabkan kendaraan pasangan tersebut berakselerasi dengan cepat sebelum terbang di udara dan terbakar.


Follow Berita Okezone di Google News


Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya


Wali kota Air Terjun Niagara di New York, Robert Restaino, mengatakan kepada New York Times pada Kamis (23/11/2023) bahwa pasangan itu mengendarai kendaraan Bentley yang lebih tua dan sedang dalam perjalanan ke konser di Kanada, yang dianggap sebagai pertunjukan ciuman yang kemudian dibatalkan.

Baca Juga  Debut Perdana, Harga Saham Sinergi Multi Lestarindo SMLE Melesat 28% : Okezone Economy

Ia menambahkan, polisi sedang menyelidiki beberapa kemungkinan di balik kecelakaan tersebut, termasuk apakah mobil tersebut mengalami kerusakan mekanis yang menyebabkannya berakselerasi.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11:30 waktu setempat (16:30 GMT) pada Rabu (22/11/2023).

Gubernur Hochul mengatakan mobil itu melaju dengan “kecepatan sangat tinggi”, meluncur melewati pagar setinggi 8 kaki (2,4 m) di sisi perbatasan New York dekat sebuah pos pemeriksaan.

Kendaraan itu “dibakar”, katanya, dan tidak ada yang tersisa kecuali mesinnya. Plat registrasi bahkan tidak ditemukan.

Jembatan Pelangi yang menghubungkan pengendara dan pejalan kaki antara Air Terjun Niagara, New York dan Air Terjun Niagara, Kanada, ditutup selama dua hari setelah kejadian tersebut.

Jembatan lain yang menghubungkan AS dan Kanada di dekatnya, Jembatan Peace, Queenston-Lewiston, dan Whirlpool Rapids, ditutup sementara tetapi dibuka kembali pada Rabu (22/11/2023) malam.

Biro Investifasi Federal (FBI) mengambil alih penyelidikan awal, dan kemudian mengatakan pihaknya menemukan “tidak ada bahan peledak, dan tidak ada hubungan terorisme”.

Kasus tersebut kemudian diserahkan ke Departemen Kepolisian Air Terjun Niagara di Negara Bagian New York yang menanganinya sebagai penyelidikan lalu lintas.

Pada Jumat (24/11/2023), polisi mengatakan bahwa penyelidikan sedang berlangsung dan tidak memberikan rincian tambahan.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *