Rena Regina Lihai Baca Peluang dan Kini Malah Banjir Cuan : Okezone Economy

Uncategorized26 Dilihat

BOGOR – Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) keripik bakso goreng (basreng) Rena Regina kini merasakan buah manis usahanya. Padahal, awalnya dia hanya untuk mengisi waktu luang dan malah merasakan banjir cuan.

Rena Regina terjun berwirausaha pada 2017, awalnya dia berjualan camilan lidi-lidian pedas. Namun, dia mendapatkan permintaan basreng pedas dan langsung menyanggupinya.



Padahal, dirinya belum pernah membuat basreng sebelumnya. Namun, hanya bermodalkan belajar secara otodidak dia bisa bisa menghasilkan basreng dengan cita rasa yang lezat.

“Saya jualan lidi-lidian untuk mengisi waktu luang. Itu berjualan ke teman-teman yang bekerja di pusat perkantoran di Jakarta. Saat itu mereka memesan untuk dibuatkan basreng dan saya langsung buat,” ucap Rena saat ditemui Okezone belum lama ini.

Ternyata, keripik basreng buatannya mendapatkan sambutan hangat dari pelanggan. Usahanya itu menyebar dari mulut ke mulut yang membuat banyak yang tahu.

“Jadi, banyak pelanggan dari pekerja di perkantoran di Jakarta. Dalam dua hari omzet bisa mencapai Rp1,2 juta,” katanya.

Hampir Gulung Tikar karena Pandemi Covid-19

Rena menuturkan usahanya pernah hampir gulung tikar saat pandemi covid-19 karena penjualan merosot drastis. Namun, dia tetap mencoba bertahan di masa-masa sulit tersebut.

“Pemasukan hanya 30% saat covid-19,”katanya.

Tidak hanya itu tantangan usahanya. Pasalnya, persaingan dagang yang sangat ketat menjadi ujian yang harus Rena hadapi agar usahanya tetap bertahan.

“Tiba-tiba banyak yang meniru usaha saya. Saya tidak masalah. Terpenting, saya menjaga kualitas produk agar tetap lebih unggul dari segi rasa,” ujarnya.


Follow Berita Okezone di Google News


Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

Baca Juga  Pelajar SMK Aniaya Siswi SMP di Depok Usai Terprovokasi Temannya : Okezone Megapolitan

Melebarkan Sayap Berkat Permodalan dari KUR

Rena pun memanfaatkan permodalan dari kredit usaha rakyat (KUR) BRI untuk mengembangkan usahanya. Oleh karena itu, pada 2023 dia memanfaatkan KUR dengan nominal Rp50 juta.

“Itu untuk tambahan modal untuk membeli bahan baku dan alat-alat produksi,” ucapnya.

Dia pun cukup tepat memanfaatkan tambahan permodalan itu. Sebab, usahanya dapat berkembang pesat karena makin tingginya orderan basreng yang membuat omzet meningkat pesat.

“Langganan saya toko-toko frozen food di Jakarta, Depok, dan Bogor. Omzet kini dalam satu bulan rata-rata Rp30 jutaan,” ucapnya.

Saat ini dirinya bisa memperkerjakan lima orang karyawan. Awalnya, dia merintis usaha seorang diri dan dibantu suami saat sedang libur bekerja.

“Suami saat ini sudah membantu penuh. Sebab, dia baru berhenti kerja delapan bulan lalu,” katanya.

 KUR BRI

Dilansir dari laman BRI, KUR cukup ringan buat pelaku UMKM. Dengan suku bunga pinjaman hanya 6% efektif per tahun, KUR tentunya sangat meringankan para pelaku UMKM. KUR pun dibagi dari beberapa pilihan, yakni KUR Mikro BRI, KUR Kecil BRI, dan KUR TKI BRI.

Untuk syarat dan ketentuan masing-masing KUR itu berbeda-beda. KUR Mikro BRI syaratnya, maksimum pinjaman sebesar Rp50 juta per debitur. Itu dengan jenis pinjaman kredit modal kerja (KMK) dengan maksimum masa pinjaman 3 tahun dan kredit investasi (KI) dengan maksimum masa pinjaman 5 tahun yang bebas biaya administrasi dan provisi.

KUR Kecil Bank BRI syaratnya pinjaman Rp50 juta sampai Rp500 juta. Itu dengan jenis pinjaman KMK maksimum masa pinjaman 4 tahun dan KI dengan maksimum masa pinjaman 5 tahun yang mana agunan sesuai peraturan bank.

KUR TKI Bank BRI syaratnya maksimal pinjaman Rp25 juta berdasarkan ketentuan pemerintah dan bebas biaya administrasi serta provisi. Maksimum pinjaman tiga tahun atau berdasarkan pada masa kontrak kerja yang dikhususkan untuk penempatan pekerja di Singapura, Hong Kong, Taiwan, Brunei, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia.

Baca Juga  Toko Game di Depok Dibobol Maling Terekam CCTV, Kerugian Capai Rp20 Juta : Okezone Megapolitan

BRI Terus Maksimalkan Program KUR untuk Bantu UMKM Naik Kelas

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mendapatkan alokasi KUR terbesar untuk tahun 2024, yakni Rp165 triliun meskipun tercatat lebih rendah dibandingkan target pada 2023 sebesar Rp194,4 triliun.

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan pihaknya berkomitmen untuk dapat memenuhi target tersebut. Hal itu mengingat saat ini BRI sudah memiliki infrastruktur yang memadai serta sumber pertumbuhan baru melalui Ekosistem Ultra Mikro bersama Pegadaian dan PNM.

“Dari sisi infrastruktur, saat ini BRI telah memiliki BRISPOT (aplikasi tenaga pemasaran mikro) yang harus dioptimalisasikan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pekerjaan tenaga pemasar (mantri). Selain itu kami juga akan mengoptimalkan potensi dari ekosistem model bisnis baru seperti PARI dan Localoka,” kata Supari dalam keterangan resmi.

Pada 2023 lalu, BRI telah berhasil menyalurkan KUR senilai Rp163,3 triliun kepada 3,5 juta debitur. Mayoritas penyaluran KUR BRI disalurkan untuk sektor produksi dengan proporsi mencapai 57,38%.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *