Sepanjang 2023: 8 ASN di Banten Terjerat Pidana, 6 Dipecat dan Dua Disanksi : Okezone News

Uncategorized61 Dilihat

SERANG– Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten mencatat terdapat 8 Aparatur Sipil Negara (ASN) terseret kasus pidana selama tahun 2023. Enam diantaranya telah dipecat atau pemberhentian tidak dengan hormat.

“Ada delapan ASN yang terseret kasus pidana, dua di antaranya diberhentikan sementara sebagai PNS, dan enam lainnya diberhentikan tidak hormat,” kata Kepala BKD Banten, Nana Supiana, Jumat (19/1/2024).





   

Kata Nana, sebetulnya sepanjang 2023 terdapat 25 ASN yang diberikan sanksi oleh pemerintah provinsi Banten baik tingkatannya ringan hingga berat.

Di mana 17 di antaranya, lanjut Nana, terjerat hukuman disiplin sesuai dengan PP 94 tahun 2021 dengan rincian empat kasus hukuman ringan, enam kasus hukuman sedang dan tujuh kasus hukuman berat.

“Sanksi diberikan berdasarkan tingkat pelanggaran, jika ringan maka kita berikan teguran tertulis, dan pernyataan tidak puas. Kemudian sedang itu penundaan gaji berkala selama satu tahun, penundaan kenaikan pangkat satu tahun, dan penurunan pangkas setingkat lebih rendah selama satu tahun,” ucapnya.

Sedangkan sanksi hukuman berat yang di berikan kepada tujuh orang ASN berupa pembebasan jabatan menjadi jabatan pelaksana Selama 12 bulan, dan hukuman disiplin dalam proses.


Follow Berita Okezone di Google News


Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

Dikatakannya, para pelanggara disiplin kebanyakan dilakukan karena tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan alias membolos. Mereka yang melanggar disiplin itu pun disanksi dengan pemotongan tunjangan kinerja (tukin).

Baca Juga  Bantuan Ayam dan Telur Cair ke 1,4 Juta Keluarga Rawan Stunting : Okezone Economy

Walaupun begitu, absensi itu dihitung dari hasil kerja, namun secara kumulatif ada sekitar 90 persen hasil kinerja baik.

“Hasil kinerja itu kan ada prestasi kerja dan perilaku kerja, dua hal itu digabungkan, rata-rata 90 persen, ada saja lah yang deviasi, tapi tidak banyak,” pungkasnya.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *