Situs KPU Diretas 204 Juta Data DPT Bocor, TPN Ganjar-Mahfud: Perisriwa Ini Harus Diusut Tuntas Siapa Pelakunya : Okezone Nasional

Uncategorized84 Dilihat

JAKARTA – Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Gatot Eddy Pramono menyoroti situs Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang kembali menjadi sasaran peretasan. Ia meminta pelaku harus diusut tuntas.

Menurutnya, peristiwa peretasan itu harus menjadi pembelajaran untuk seluruh pihak agar kejadian serupa tak terulang. Ia merasa, koordinasi antar-imstasi perlu dilakukan.




“Tentunya peristiwa ini merupakan pembelajaran buat kita semua yang mana kerja sama dan koordinasi instasi terkait dan kementerian lembaga, agar peristiwa ini tidak terjadi lagi ke depannya,” kata Gatot saat ditemui di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (29/11/2023).

Terlepas dari itu, Gatot merasa, pelaku peretasan tersebut harus diusut tuntas. Untuk mencari pelaku, ia merasa, instasi terkait bisa saling koordinasi.

“Tentunya peristiwa ini harus diusut tuntas siapa pelakunya. Tentu nanti ini dikooridnasikan teman-teman dari KPU, BSSN, dan Kominfo bersama-sama kepolisian bisa mengusut tuntas dan mengetahui siapa pelakunya,” ujar Gatot.

“Dan membawa persoalan ini ke ranah hukum dan melakukan kalau nanti dalam penyelidikan ini ketemu siapa pelakunya, itu kita lakukan seperti uu yang berlaku,” tandasnya.

Sekedar informasi, situs KPU kembali menjadi sasaran peretasan. Peretas dengan nama anonim Jimbo mengklaim telah meretas situs kpu.go.id dan berhasil mendapatkan data pemilih dari situs tersebut.


Follow Berita Okezone di Google News


Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya


Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha menyebut, akun anonim Jimbo tersebut membagikan 500.000 data contoh yang berhasil didapatkan pada salah satu postingannya di situs BreachForums yang biasa dipergunakan untuk menjual hasil peretasan, serta beberapa beberapa tangkapan layar dari website https://cekdptonline.kpu.go.id/ untuk memverifikasi kebenaran data yang didapatkan tersebut.

Baca Juga  Caleg Perindo Vicky Prasetyo Ingatkan Azas Praduga Tak Bersalah dalam Kasus Aiman Witjaksono : Okezone News

Dalam postingannya di forum tersebut data 252 juta yang berhasil didapatkan terdapat beberapa data yang terduplikasi. Setelah dilakukan penyaringan, terdapat 204.807.203 data unik di mana jumlah ini hampir sama dengan jumlah pemilih dalam DPT KPU yang berjumlah 204.807.222 pemilih dari 514 kabupaten/kota di Indonesia serta 128 negara perwakilan.

Di dalam data yang didapatkan oleh Jimbo tersebut memiliki beberapa data pribadi yang cukup penting seperti NIK, No. KK, nomor KTP (berisi nomor passport untuk pemilih yang berada di luar negeri), nama lengkap, jenis kelamin, tanggal lahir, tempat lahir, status pernikahan, alamat lengkap, RT, RW, kodefikasi kelurahan, kecamatan dan kabupaten serta kodefikasi TPS.

“Tim Cissrec juga sudah mencoba melakukan verifikasi data sample yang diberikan secara random melalui website cekdpt, dan data yang dikeluarkan oleh website cekdpt sama dengan data sample yang dibagikan oleh peretas Jimbo, termasuk nomor TPS di mana pemilih terdaftar. Jimbo menawarkan data yang berhasil dia dapatkan seharga USD74000 atau hampir setara Rp1,2 miliar,” kata Pratama, Selasa (28/11/2023).

Jika peretas Jimbo benar-benar berhasil mendapatkan kredensial dengan role admin, kata dia, hal ini tentu saja bisa sangat berbahaya pada pesta demokrasi pemilu yang akan segera dilangsungkan. Karena, hal ini bisa saja akun dengan role admin tersebut dapat dipergunakan untuk merubah hasil rekapitulasi penghitungan suara yang tentunya akan mencederai pesta demokrasi bahkan bisa menimbulkan kericuhan pada skala nasional.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *