Waspada! Gunung Merapi Masih Aktif, Ada Potensi Bahaya Guguran Lava : Okezone Nasional

Uncategorized96 Dilihat

JAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat Gunung Merapi masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi, terutama dalam bentuk erupsi efusif.




Hal ini memiliki potensi menghasilkan guguran lava dan awan panas, khususnya di sektor selatan-barat daya dan sektor tenggara.

Pada Jumat 8 Desember 2023, Gunung Merapi mengalami Awan Panas Guguran (APG) sekitar pukul 14.46 WIB, yang bersamaan dengan turunnya hujan. Kejadian ini menyebabkan hujan air berwarna kecoklatan di wilayah Desa Krinjing dan Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Wilayah lain yang terkena dampak termasuk Desa Stabelan, Desa Klakah, dan Desa Tlogolele di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, mengatakan, dalam rentang waktu 1-7 Desember 2023, terdapat enam kejadian APG, dengan dua di antaranya mengarah ke selatan (hulu Kali Boyong) dan mencapai jarak luncur maksimal 1.300m, sementara empat lainnya mengarah ke barat daya (hulu Kali Krasak dan Bebeng) dengan jarak luncur maksimal 3.000m.

Selain itu, tercatat 192 kejadian guguran lava ke arah selatan dan barat daya. Suara guguran terdengar sebanyak empat kali dari Pos Kaliurang dan Babadan.

BPPTKG juga mencatat adanya peningkatan aktivitas magmatik dengan tingginya intensitas kegempaan pada pekan pertama Desember 2023.

“Gunung Merapi tercatat mengalami enam kali gempa APG, satu kali gempa Frekuensi Rendah (LF), 1.045 kali gempa guguran (RF), dan 17 kali gempa tektonik (TT),” ujarnya.

Baca Juga: Tumbuhkan Laju Daur Ulang, Coca-Cola Gandeng Grab Gaungkan Program Recycle Me


Follow Berita Okezone di Google News

Baca Juga  Mengintip Prediksi Harga Bitcoin Menjelang Halving 2024 : Okezone Economy


Berkaca dari Kejadian Erupsi Gunung Marapi

Dengan kejadian erupsi di Gunung Marapi yang terjadi tiba-tiba dan menewaskan pendaki, BPPTKG menegaskan pentingnya keseriusan dalam upaya mitigasi kebencanaan gunung api. Meskipun teknologi dapat memantau aktivitas vulkanik, tidak ada yang dapat memprediksi erupsi dengan pasti.

Saat ini, status Gunung Merapi berada pada level III Siaga, sementara Gunung Marapi berstatus level II Waspada. Kedua gunung ini memiliki karakteristik vulkanik yang aktif, dan insiden di Gunung Marapi menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak terkait SOP dan mitigasi bencana pada gunung api dengan status tinggi.

Partisipasi semua pihak, termasuk pemerintah daerah, pengelola wisata, dan masyarakat, dianggap sangat krusial untuk meminimalkan risiko bencana tersebut.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *